Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Pengajaran Menulis Menurut Para Ahli

My Face Online - Menulis adalah meletakan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu sebagai bagian penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa (Lado: 1964). Menulis juga dapat dipandang sebagai upaya untuk merekam ucapan manusia menjadi bahasa baru, yaitu bahasa tulisan. Bahasa tulisan itu tidak lain adalah suatu jenis notasi bunyi, kesenyapan, tekanan nada, isyarat atau gerakan, dan ekspresi muka yang memindahkan arti dalam ucapan atau bicara manusia.
 
Pengajaran Menulis Menurut Para Ahli

Dalam proses pengajaran, menulis merupakan suatu proses yang kompleks yang merupakan keterampilan berbahasa yang meminta perhatian paling akhir di sekolah (M.E. Fowler, 1965). Pengajaran menulis di jenjang manapun pada hakikatnya merupakan pengajaran yang aktif produktif, yaitu menghasilkan (menghasilkan pesan), yang hasilnya nanti berupa tulisan (Zuchdi, 1996: 62). Pengajaran menulis ini dapat meningkatkan pengembangan kecerdasan siswa dalam berbagai aspek, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, serta menumbuhkan keberanian dan mendorong kemampuan mengumpulkan informasi (Graaves, 1978 Akhadiah, dkk., 1989).

Program pengajaran menulis pada dasarnya dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan berikut (Mukhsin Ahmadi: 1990, 28-29):
  1. Mendorong siswa/mahasiswa untuk menulis dengan jujur dan bertanggung jawab, dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa secara berhati-hati, integritas dan sensitive.
  2. Merangsang imajinasi dan daya pikir atau intelek siswa/mahasiswa.
  3. Menghasilkan tulisan atau karangan yang bagus organisasinya, tepat, jelas, dan ekonomis penggunaan bahasanya dalam membebaskan segala sesuatu yang terkandung dalam hati dan pikiran.
Menurut Ahmad Izzan (2009: 125-126), dalam pengajaran menulis dapat dilakukan dengan cara-cara:
  1. Materi pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kemampuan anak didik dan perkembangan berpikir serta usia mereka.
  2. Pada kelas-kelas dasar pelajaran menulis dapat diberikan mengenai pembentukan kata-kata atau kalimat-kalimat yang telah diketahui (dikuasai) anak didik menjadi kalimat yang sederhana.
  3. Sedangkan pada kelas-kelas atas pengajaran menulis dapat ditingkatkan pada pembentukan kalimat yang telah sempurna, yang telah mengandung suatu pengertian yang utuh.
  4. Sedangkan pada kelas/tingkat tinggi, materi menulis sudah tidak terikat lagi dengan ketentuan-ketentuan yang mungkin bersifat terikat. Guru hanya menentukan topic/tema.

Lahirnya Teori Behaviorisme atau Ussociutionisrn Theory

Jorj Ghazda dan Raimon Kursini, Nazhariyat at-Ta'allum Dirasah Muqaaranah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Ali I-Iajjaj dan Athiyah Hana; Kuwait, Alam al-Ma'rifah, 1404 H. hal: 30,21O mengungkapkan bahwa Teori behaviorisme dalam pemerolehan dan pembelajaran bahasa merupakan salah salu hasil penerapan teori Behaviorisme dalam ilmu jiwa terhadap perilaku verbal manusia. 

Lahirnya Teori Behaviorisme atau Ussociutionisrn Theory
Teori Behaviorisme, atau yang sering disebut oleh sebagian pakar sebagai ussociutionisrn theory, merupakan salah satu teori yang lahirpada akhir abad sembilan belas, dan awal abad dua puluh M. (Lihat di 1 Fahir ’Aqil: 'Ilmu an-Nafsi at-Tarbawi, Bairut, Daru al-Ilmi Lilmalaayin,1982 M. Hal:146, dan lihat: Littlewood, W. Foreign and Second Language Learning Language: Acquisition Research and its Implications for the Classroom. Cambridge University Press.N.Y. 1988. P.17) .

Teori ini dimulai oleh langkah Pavlov (1849-1936 M.) ketika mengamati air liur anjing yang keluar ketika diberi rnakanan. Pemberian makanan ini dilakukan berkali-kali. Lalu, Pavlov berkesimpulan bahwa makanan merupakan stimulus (rangsangan) bagi anjing, yang diikuti secara sepontan oleh respons. Respon itu berupa air liur yang keluar ketika anjing melihat makanan. Ketika anjing itu melihat pembantu datang lagi, padahal dia tidak membawa makanan, air liurn anjing tetap keluar. Artinya, anjing itu menyamakan kedatangan pembantu dengan keberadaan makanan. Dengan kata lain, anjing ”memahami" bahwa pembantu datang berarti makanan pun muncul.

Kelebihan dan Kekurangan Diskusi dalam Pembelajaran

My Face Online - Diskusi adalah percakapan ilmiah yang berisikan pertukaran pendapat, pemunculan ide-ide serta pengujian pendapat yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu untuk mencari kebenaran. 

Kelebihan dan Kekurangan Diskusi dalam Pembelajaran
Banyak masalah yang terjadi di lingkungan murid yang memerlukan pembahasan oleh lebih dari seorang saja, yakni terutama masalah-masalah yang memerlukan kerjasama dan musyawarah. Jika demikian musyawarah atau diskusi jalan pemecahan yang memberi kemungkinan mendapatkan penyelesaian yang terbaik. Metode diskusi dalam proses mengajar dan belajar berarti metode mengemukakan pendapat dalam musyawarah untuk mufakat. 

Dengan demikian inti dari pengertian diskusi adalah meeting of minds. Didalam memecahkan masalah diperlukan bermacam-macam jawaban. Dari jawaban tersebut dipilihkan satu jawaban yang lebih logis dan lebih tepat dan mempunyai argumentasi yang kuat, yang menolak jawaban yang mepunyai argumentasi lemah. Memang dalam diskusi untuk memperoleh pertemuan pendapat diperlukan pembahasan yang didukung oleh argumentasi, argumentasi kontra argumentasi. 

Kebaikan-kebaikannya Seperti juga metode-metode lain, metode diskusi pun mempunyai kebaikan-kebaikan. Kebaikan-kebaikan itu, antara lain adalah : 
  1. Suasama kelas hidup, sebab murid-murid mengarahkan pemikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan. 
  2. Partisifasi murid dalam metode ini lebih baik. Murid-murid berlatih kritis untuk mempertimbangkan pendapat teman-temannya, 
  3. kemudian menentukan sikap, menerima, menolak atau tidak berpendapat sama sekali. 
  4. Dapat menaikkan prestasi kepribadian individual seperti toleransi, sikap demokratis, sikap kritis, berpikir sistematis dan sebagainya. 
  5. Berguna untuk kehidupan sehari-hari terutama dalam alam demokrasi Merupakan latihan untuk memenuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah. 

Kelemahan-kelemahannya Disamping kebaikan-kebaikan yang telah dikemukakan diatas metode diskusi tidak luput dari kelemahan-kelemahan, seperti : Diskusi pada umumnya dikuasai oleh murid yang gemar berbicara Bagi murid yang tidak ikut aktif ada kecenderungan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab. Banyak waktu terpakai, tapi hasilnya kadang-kadang tidak seperti yang diharapkan Sukar dapat digunakan di tingkat rendah pada sekolah dasar, tetapi bukan tidak mungkin. 

Cara-cara mengatasi kelemahan-kelemahan metode diskusi ada beberapa cara yang dapat diupayakan untuk mengatasi kelemahan metode diskusi antara lain : Dalam menggunakan metode diskusi perhatikan persyaratan berikut : Taraf kemampuan murid Tingkat kesukuran yang memerlukan pemecahan yang serius agar dipimpin langsung oleh guru Kalau pimpinan diskusi diberikan kepada murid hendaknya diatur secara bergiliran Guru tak boleh sepenuhnya mempercayakan pimpinan diskusi pada murid, perlu bimbingan dan kontrol Guru mengusahakan seluruh murid ikut berpartisifasi dalam diskusi Diusahakan supaya murid mendapat giliran berbicara dan murid lain belajar bersabar mendengarkan pendapat temannya.
 
© 2014 - 2018 Tips Mudah Google | Powered by Powered by Google Blogger | RSS
Aplikasi Kasir Online Omegasoft